Imlek 2575 Kongzili, Umat Khonghucu Jalani Sembahyang Persaudaraan di Klenteng Kong Miao TMII

Imlek 2575 Kongzili, umat Khonghucu jalani Sembahyang Persaudaraan di Klenteng Kong Miao yang terletak di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, dipimpin Ws Liem Liliany Lontoh.

Imlek 2575 Kongzili, Umat Khonghucu Jalani Sembahyang Persaudaraan di Klenteng Kong Miao TMII
Imlek 2575 Kongzili, umat Khonghucu jalani Sembahyang Persaudaraan di Klenteng Kong Miao yang terletak di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, dipimpin Ws Liem Liliany Lontoh. FOTO: Kemenag.go.id

WARTASULUH.COM, JAKARTA – Imlek 2575 Kongzili, umat Khonghucu jalani Sembahyang Persaudaraan di Klenteng Kong Miao yang terletak di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, dipimpin Ws Liem Liliany Lontoh.

Ketua Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (Matakin) DKI Jakarta Liem Liliany Lontoh,mengatakan, sebelum memasuki tahun baru Imlek, umat Khonghucu menggelar sembahyang persaudaraan di klenteng yang megah dengan warna merah mencolok di antara rumah-rumah ibadah agama lain yang dekat berdampingan.

“Sembahyang persaudaraan ini juga menjadi momentum saling berbagi antarsesama yang kekurangan atau yang tidak bisa merayakan, sehingga mereka bisa merayakan tahun baru Imlek dengan suasana kegembiraan,” terang Liem Liliany, dikutip Wartasuluh.com dari laman Kemenag.go.id, Minggu (11/2/2024).

“Satu hari sebelumnya, umat Khonghucu juga melaksanakan sembahyang leluhur di rumah, tadi malam juga kita sembahyang penutupan tahun. Kita mengucap syukur pada Tian di mana selama tahun 2574 Kongzili bisa melalui hidup dengan segala suka duka, semuanya bisa dilalui dengan baik, selamat, sehat dan menjalani kehidupan dengan baik, kita berterima kasih kepada Tian,” sambungnya.

Ia melanjutkan, pada hari ini di tanggal 1 bulan 1 tahun 2575 Kongzili, umat Khonghucu mengucap syukur lagi kepada Tian dengan harapan semoga di Tahun Baru Imlek 2575 Kongzili tahun Naga Kayu kiranya semua umat hidup lebih sehat, bahagia, sejahtera, segala harapan baik dapat tercapai.

“Semua pekerjaan kiranya dapat teraksana dengan lancar, sukses, berkah dan semua tentunya di dalam kebajikan, karena hanya di dalam kebajikan Tuhan berkenan,” tutur dia.

Wanita yang menyelesaikan Magisternya di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta menyampaikan, tema Imlek nasional yang ditentukan Matakin Pusat adalah Malu bila tidak tahu malu, menjadikan Orang Tidak Menanggung Malu.

Menurutnya, seorang yang berbudi luhur ia malu kalau kata-katanya melampaui perbuatannya. Ia menjelaskan, jangan cuma berkata manis-manis, tapi ternyata tidak melaksanakan apa yang diucapkan.

“Jadi kata dan perbuatan itu harus selaras,” jelasnya.

Ia berharap kepada umat Khonghucu seluruh Indonesia, pada tahun baru ini senantiasa terus memperbaiki dan membina diri. Semangat memperbaharui diri terukir pada tempayan raja Tong :

“Bila suatu hari dapat memperbarui diri, perbaharuilah terus dan jagalah agar tetap baharu selamanya" pungkasnya.

Suasana klenteng Kong Miao semakin meriah dengan atraksi Barongsai yang memukau tidak hanya umat Khonghucu yang usai menjalani ibadah, tapi juga disaksikan ratusan pengunjung TMII yang hadir dan larut dalam suasana kehangatan persaudaraan dan kegembiraan bersama.

Sehari sebelumnya Jumat (9/2/2024), menjelang awal Tahun Baru Imlek 2575 Kongzili, ratusan umat Konghucu serta tokoh dari berbagai agama yang tergabung dalam Forum Peduli Indonesia Damai menggelar doa kebersamaan di MAKIN "Semangat Genta Rohani", Cilodong, Depok.

Doa Kebersamaan Imlek diinisiasi Pusat Bimbingan dan Pendidikan (Pusbimdik) Khonghucu dan Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin). 

Hadir, Ketua Matakin Xs Budi S Tanuwibowo, Tokoh Muslim KH Marsudi Syuhud, Ketua PGI Pdt Gomar Gultom, Tokoh Katolik Kardinal Ign Suharyo, dan Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Mayjen Purn Wisnu Bawa Tenaya. (kha)