Hasil PSPS Pekanbaru vs Persekat 2-0, Posisi Askar Bertuah di Klasemen Grup Barat tak Berubah, Antonio Gamaroni Cetak Gol Perdana
Hasil PSPS Pekanbaru vs Persekat 2-0, Jumat (16/1/2026) pukul 19.00 WIB di Stadion Kaharuddin Nasution, Rumbai, Pekanbaru, posisi Askar Bertuah nomor 8 di Klasemen Grup Barat Pegadaian Championship 2025-2026 atau Liga 2 Musim 2025-2026 tak berubah, walaupun mengantongi 20 poin, Antonio Gamaroni cetak gol perdana.
WARTASULUH.COM, PEKANBARU - Hasil PSPS Pekanbaru vs Persekat 2-0, Jumat (16/1/2026) pukul 19.00 WIB di Stadion Kaharuddin Nasution, Rumbai, Pekanbaru, posisi Askar Bertuah nomor 8 di Klasemen Grup Barat Pegadaian Championship 2025-2026 atau Liga 2 Musim 2025-2026 tak berubah, walaupun mengantongi 20 poin, Antonio Gamaroni cetak gol perdana.
Begitu juga posisi Persekat Tegal tepat di bawah PSPS Pekanbaru dengan jumlah poin 17. Posisi Persekat Tegal nomor 2 dari bawah, terancam degradasi.
Dua gol kemenangan PSPS Pekanbaru disarangkan Asir Azis pada menit ke-7, dan Antonio Gamaroni, pada menit ke-89, penyerang asal Brasil.
Pelatih PSPS Pekanbaru, Aji Santoso, bersukur dengan hasil maksimal yang diraih 3 poin yang sekaligus jadi modal untuk bangkit.
“Kami bersukur pertandingan yang berat dan penuh tekanan mental, kami mendapatkan poin tiga. Karena mereka banyak pemain baru asing pertama main disini, jadi perlu adaptasi dan Alhamdulilah mereka bermain cukup bagus, meskipun perlu ditingkatkan lagi. Karena ini main pertama home pertama dengan permainan cukup berat,” ungkap Aji Santoso.
Aji Santoso mengakui penampilan pemain asing yang baru yaitu Antonio Gamaroni penyerang asal Brasil, Francis Yaghr gelandang asal Ghana dan Douglas Nonato Cruz Oliveira Defender asal Brasil, serta pemain lokal yang baru, belum 100 persen menunjukkan performanya.
Ini dikarenakan pemain asing yang baru bergabung dan perlu adaptasi dengan pemain lainnya. Namun para pemain baru ini telah menampilkan permainan terbaik, wali pauh belum 100 persen.
“Ini pemain baru saya, saya sudah tau kualitasnya seperti apa, mulai starting lineup hanya satu pemain asing Douglas kondisinya masih capek saya tidak berani memaksa, francis belum main. Ringgo wajar karena masih butuh adaptasi tetapi dengan penampilan itu sudah bagus, pegang bola bagus, umpannya ada beberapa kali salah itu masih bisa di toleransi. Melihat kualitasnya masih bisa dikembangkan,” jelas Aji Santoso.
Sementara itu, pelatih Persekat Tegal, Putu Gede, mengakui adanya perubahan cukup signifikan dari skuad PSPS Pekanbaru. Tidak disiplinnya pemain Persekat membuat timnya gagal membawa pulang poin.
Ia menilai permainan PSPS Pekanbaru tidak begitu berbahaya, bahkan timnya mempunyai peluang untuk bisa menyamakan kedudukan, namun gagal dimanfaatkan dengan baik oleh pemainnya.
“Jalannya pertandingan dan sudah diprediksi sebelumnya, dan kami juga mengantisipasi menit akir babak pertama dan babak kedua. Dalam situasi pertandingan pemain tidak disiplin, tapi saya apresiasi buat pemain. Ada momen bisa menyamakan kedudukan, satu pinalti gagal dan mengenai tiang,” kata Putu Gede.
“Serangan PSPS Pekanbaru tidak ada yang berbahaya, dua momen itu yang menghasilkan gol, dan kami mesti belajar dari pertandingan ini. Secara keseluruhan perubahan dari PSPS Pekanbaru sangat signifikan bagus, jadi berbeda ketika pertemuan awal, sekrang kelihatan ciri khas coach Aji,” tambahnya.
Sejak peluit awal dibunyikan, PSPS tampil agresif. Dukungan suporter tuan rumah seolah memberi energi tambahan bagi anak asuh Aji Santoso untuk langsung mengambil inisiatif serangan.
Hasilnya pun cepat terlihat. Gol pembuka tercipta di babak pertama melalui Asir Asiz yang memanfaatkan umpan cut back matang dari sisi kanan. Tembakan keras Asir meluncur mulus ke dalam gawang Persekat, membawa PSPS unggul 1-0.
Keunggulan tersebut membuat PSPS bermain lebih percaya diri. Namun Persekat bukan tanpa perlawanan. Tim tamu mencoba keluar dari tekanan dan beberapa kali merepotkan lini pertahanan PSPS, terutama di babak kedua.
Salah satu momen paling menegangkan terjadi saat Rocky Mandosir melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti. Stadion sempat terdiam, sebelum bola membentur mistar gawang dan kembali ke lapangan.
PSPS sendiri tak tinggal diam. Meski beberapa kali kesulitan menembus rapatnya pertahanan Persekat, peluang demi peluang terus diciptakan. Antonio Gamaroni sempat mendapat kesempatan emas di menit ke-80, namun sepakan pemain asing tersebut masih melenceng jauh dari sasaran.
Ketika pertandingan tampak akan berakhir dengan skor tipis, momen yang ditunggu akhirnya tiba. Menjelang menit ke-89, skema serangan PSPS kembali berjalan rapi.
Alfin Tuasalamony mengirimkan crossing yang diterima Douglas, sebelum bola dialirkan ke depan gawang. Di sanalah Antonio Gamaroni berdiri di posisi tepat, menyambar bola dengan satu sentuhan untuk mencetak gol perdananya bersama PSPS.
Gol tersebut seakan menjadi pelepas beban bagi Antonio sekaligus penegas kemenangan PSPS. Skor berubah menjadi 2-0, dan Persekat pun semakin sulit mengejar ketertinggalan. Lima menit tersisa tak mampu dimanfaatkan tim tamu untuk mencetak gol balasan.
Pegadaian Championship 2025-2026 dibagi atas dua grup yaitu Grup Barat dan Grup Timur.
PSPS Pekanbaru tergabung dalam Grup Barat bersama Persiraja Banda Aceh, PSMS Medan, Sriwijaya FC, Sumsel United, Adhyaksa FC, Persikad Depok, FC Bekasi City, Garudayaksa, dan Persekat Tegal.
Sedangkan Grup Timur terdiri dari Persipura Jayapura, Kendal Tornado, PSS Sleman, PSIS Semarang, Persiku Kudus, Persela Lamongan, Deltras FC, Barito Putera, Persiba Balikpapan dan Persipal Palu.
Pemuncak setiap grup Pegadaian Championship 2025-2026, akan promosi dan dipertemukan untuk mencari juaranya.
Runner-up grupnya juga bersaing untuk memperebutkan tiket terakhir promosi ke Super League.
Posisi akhir grup, peringkat 10 langsung degradasi, sedangkan peringkat 9 akan play-off untuk menghindari degradasi. (kha)


Lestari 



