Kalah 1-0 Lawan Bulgaria, Ranking FIFA Indonesia 121 Terancam Digusur Togo

Kalah 1-0 lawan Bulgaria karena hanya jadi Runner Up FIFA Series 2026, Senin (30/3/2026) pukul 20.00 WIB di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, ranking FIFA Indonesia 121 terancam digusur Togo.

Kalah 1-0 Lawan Bulgaria, Ranking FIFA Indonesia 121 Terancam Digusur Togo
Kalah 1-0 lawan Bulgaria karena hanya jadi Runner Up FIFA Series 2026, Senin (30/3/2026) pukul 20.00 WIB di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, ranking FIFA Indonesia 121 terancam digusur Togo. FOTO: Timnas Indonesia

WARTASULUH.COM, JAKARTA - Kalah 1-0 lawan Bulgaria karena hanya jadi Runner Up FIFA Series 2026, Senin (30/3/2026) pukul 20.00 WIB di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, ranking FIFA Indonesia 121 terancam digusur Togo.

Walaupun sebelumnya Timnas Indonesia menang 4-0 atas St Kitts and Nevis pada Jumat (27/3/2026) di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, namun karena kalah 1-0 atas Bulgaria, Indonesia hanya mengantongi 1144.88 poin.

Tepat di bawah Indonesia, Togo yang berada di peringkat 122, saat ini mengantongi 1141.90 poin. Namun, Togo yang akan menghadapi Niger pada Selasa (31/3/2026), berpeluang menambah poin dan menggeser posisi Indonesia.

Meski tampil dominan dan agresif sepanjang pertandingan, skuad Garuda belum mampu memaksimalkan peluang dan harus puas sebagai runner-up.

Satu-satunya gol dalam laga ini dicetak oleh Marin Petkov melalui titik penalti pada menit ke-38, setelah wasit meninjau insiden di kotak terlarang melalui VAR.

Sejak awal pertandingan, kedua tim tampil berhati-hati. Sepuluh menit pertama berjalan dengan tempo yang cenderung lambat, masing-masing tim masih berusaha membaca permainan dan mencari celah. 

Peluang pertama Timnas Indonesia hadir pada menit ke-11 melalui situasi sepak pojok. Umpan yang dilepaskan Nathan Tjoe-A-On mampu menciptakan kemelut, namun lini belakang Bulgaria sigap mengamankan situasi.

Memasuki menit ke-15, Timnas Indonesia mulai mengambil alih kendali permainan. Serangan demi serangan dibangun dengan rapi, terutama melalui pergerakan aktif Kevin Diks dan Ragnar Oratmangoen di sektor sayap. 

Di sisi lain, Bulgaria sesekali mengancam lewat situasi bola mati, namun lini pertahanan Timnas Indonesia yang dikomandoi Jay Idzes tampil disiplin dan solid.

Momentum pertandingan berubah pada menit ke-33. Kevin Diks melakukan sliding tackle di dalam kotak penalti untuk menghentikan serangan lawan. 

Wasit kemudian melakukan peninjauan melalui VAR sebelum akhirnya menunjuk titik putih pada menit ke-38. 

Marin Petkov yang maju sebagai eksekutor sukses menjalankan tugasnya dan membawa Bulgaria unggul 1-0.

Memasuki babak kedua, Timnas Indonesiaa langsung tampil menekan. Intensitas permainan meningkat dengan garis pertahanan yang lebih tinggi serta upaya serangan langsung melalui umpan-umpan silang ke area pertahanan Bulgaria.

Pada menit ke-59, pelatih John Herdman melakukan perubahan dengan memasukkan Eliano Reijnders dan Elkan Baggott untuk menambah energi baru dalam permainan.

Tekanan Timnas Indonesia semakin meningkat memasuki menit ke-60. Peluang emas hadir pada menit ke-72 saat Ole Romeny menerima umpan lambung, mengontrol bola dengan baik, lalu melepaskan tembakan kaki kiri yang sayangnya masih membentur mistar gawang.

Pergantian pemain kembali dilakukan pada menit ke-73 dengan masuknya Dony Tri Pamungkas menggantikan Justin Hubner. Selang beberapa menit, tepatnya menit ke-79, Beckham Putra masuk menggantikan Joey Pelupessy.

Peluang kembali tercipta pada menit ke-78 saat umpan dari Dony Tri Pamungkas mengarah ke Ole Romeny, namun masih mampu dipatahkan lini belakang Bulgaria. 

Nasib kurang beruntung kembali menghampiri Timnas Indonesia pada menit ke-86. Tembakan keras Rizky Ridho sempat ditepis kiper sebelum membentur mistar gawang.

Hingga peluit panjang dibunyikan, Timnas Indonesia terus menekan, namun skor tidak berubah. 

Bulgaria pun berhasil mempertahankan keunggulan 1-0 dan keluar sebagai juara FIFA Series 2026.

Sedangkan Timnas Indonesia harus puas mengakhiri turnamen sebagai runner-up, setelah menunjukkan performa kompetitif dan dominan sepanjang pertandingan final. (shd)