advertorial Pemkab Kuantan Singingi

Suhardiman Amby: Dari Tepi Sungai Kuantan, Anak Desa yang Kini Nakhodai Kuansing

Suhardiman Amby: Dari Tepi Sungai Kuantan, Anak Desa yang Kini Nakhodai Kuansing
Bupati Kuansing Suhardiman Amby bersama Rektot Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof Dr Tatacipta Dirgantara MT. Bagian memperkuat sektor pendidikan sebagai fondasi peningkatan kualitas SDM daerah. (Foto: Diskominfoss Kuansing)

WARTASULUH.COM, TELUK KUANTAN - Lahir di pinggiran sungai, besar di lingkungan sederhana, tapi punya mimpi yang melampaui batas desa. Inilah gambaran singkat Dr H Suhardiman Amby. Sosok yang membuktikan bahwa modal "gigih" dan mental petarung bisa membawa siapa saja dari pelosok kampung menuju puncak kepemimpinan di Kabupaten Kuantan Singingi.

 Anak desa yang kini nakhodai Kuansing

Mental Petarung dari Inuman

Lahir pada 16 Juli 1969 di Kenegerian Pulau Panjang Hilir, Kecamatan Inuman, Suhardiman kecil tidak tumbuh di tengah kemewahan. Ia adalah produk asli kehidupan desa yang kental dengan nilai gotong royong dan kerasnya alam. Di sinilah karakter aslinya terbentuk: kerja keras bukan pilihan, melainkan keharusan. Kepeduliannya pada sesama bukan sekadar teori, tapi hasil didikan lingkungan yang serba terbatas.

Pacu jalur yang sudah mendunia

Aktivis Kampus yang "Haus" Ilmu

Suhardiman bukan tipe mahasiswa "kupu-kupu" (kuliah-pulang-kuliah-pulang). Saat menempuh pendidikan di Universitas Riau, jiwanya sudah meledak-ledak sebagai aktivis. Mulai dari Ketua Senat Mahasiswa FKIP hingga masuk jajaran Presidium Senat Mahasiswa UNRI, ia terbiasa berdiri di depan untuk menyuarakan aspirasi.

Hebatnya, sesibuk apa pun ia berorganisasi dan berpolitik, pendidikan tidak pernah dinomorduakan. Suhardiman terus "gas pol" hingga meraih gelar Magister Manajemen, dan puncaknya sukses menyandang gelar Doktor dari Universitas Pasundan Bandung pada tahun 2024.

Karier Politik: Dari Legislatif hingga Jadi Orang Nomor Satu

Langkahnya di dunia politik dimulai dari kursi DPRD Provinsi Riau pada 2004. Dua periode di legislatif membuatnya kenyang pengalaman dalam menyusun aturan dan mendengar keluhan warga.

Takdir kemudian membawanya pulang ke kampung halaman. Sempat menjabat sebagai Wakil Bupati pada 2021, lalu menjadi Pelaksana Tugas (Plt), hingga akhirnya resmi dilantik sebagai Bupati Kuantan Singingi periode 2025–2030 bersama Wakilnya, H Muklisin. Bagi Suhardiman, kursi bupati bukan tempat untuk bersantai, tapi alat untuk mengeksekusi perubahan.

Program yang "Gak Pakai Ribet" buat Rakyat

Suhardiman dikenal sebagai pemimpin yang nggak mau warga kesusahan urusan birokrasi, terutama soal kesehatan. Beberapa program unggulannya langsung jadi primadona:

UHC (Berobat Gratis): Cukup pakai KTP, warga bisa berobat tanpa pusing biaya.
Home Care: Bukan warga yang antre di RS, tapi petugas kesehatan yang datang ke rumah warga.
Jamelah (Jemput Antar Ibu Melahirkan): Fasilitas jemput-antar gratis bagi ibu hamil agar persalinan aman.
Budaya & Infrastruktur: Ia sangat "ngotot" melestarikan tradisi Pacu Jalur dan mempercepat pembangunan jalan desa agar ekonomi warga berputar lebih kencang.

Dalam kegiatan panen raya jagung pipil, perkuat ketahanan pangan menuju masyarakat sejahtera

Jangan Takut Bermimpi!
Filosofi hidupnya sederhana: Kepemimpinan adalah pengabdian. Ia ingin menunjukkan kepada generasi muda di pelosok desa mana pun bahwa asal-usul bukanlah penghalang.

"Mimpi besar bisa lahir dari desa," itulah semangat yang ia tularkan. Dari tepian Sungai Kuantan hingga ke kursi pimpinan daerah, kisah Dr. H. Suhardiman Amby adalah bukti nyata bahwa kombinasi kerja keras, ilmu, dan keikhlasan melayani rakyat akan membuahkan hasil yang manis. (Adv)