Muslim World League Alokasikan Rp50 Miliar untuk Program Keagamaan dan Kemanusiaan di 8 Provinsi, Termasuk Riau

Muslim World League (MWL) alokasikan Rp50 Miliar untuk Program Keagamaan dan Kemanusiaan di 8 provinsi, termasuk Riau, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB, dan Sulawesi Selatan. Program ini juga akan menyasar wilayah terdampak bencana sesuai ketentuan.

Muslim World League Alokasikan Rp50 Miliar untuk Program Keagamaan dan Kemanusiaan di 8 Provinsi, Termasuk Riau
Muslim World League (MWL) alokasikan Rp50 Miliar untuk Program Keagamaan dan Kemanusiaan di 8 provinsi, termasuk Riau, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB, dan Sulawesi Selatan. Program ini juga akan menyasar wilayah terdampak bencana sesuai ketentuan. FOTO: Kemenag

WARTASULUH.COM, JAKARTA - Muslim World League (MWL) alokasikan Rp50 Miliar untuk Program Keagamaan dan Kemanusiaan di 8 provinsi, termasuk Riau, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB, dan Sulawesi Selatan. Program ini juga akan menyasar wilayah terdampak bencana sesuai ketentuan.

Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Kamaruddin Amin, menyatakan Kementerian Agama dan Muslim World League (MWL) resmi memperpanjang nota kesepahaman (MoU) untuk periode 2025–2028. 

Perpanjangan kerja sama ini ditegaskan usai penandatanganan MoU yang berlangsung pada 6 Desember 2025 di Auditorium H.M. Rasjidi, Jakarta, bersamaan dengan penyelenggaraan Dialog Kerukunan Lintas Umat Beragama.

“Perpanjangan MoU ini memperkuat komitmen kita bersama MWL untuk menghadirkan program keagamaan dan kemanusiaan yang lebih terstruktur, berkelanjutan, dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat,” ujar Sekjen Kamaruddin Amin, dikutip Wartasuluh.com dari laman Kemenag.go.id, Selasa (9/12/2025).

MoU ditandatangani oleh Sekjen Kemenag Kamaruddin Amin dan Direktur MWL untuk Indonesia dan Asia, Abdurrahman Al Khayyat, disaksikan Menteri Agama Nasaruddin Umar dan Sekretaris Jenderal MWL Mohammad bin Abdulkarim Al-Issa, bersama para tokoh lintas agama.

Sekjen Kemenag menjelaskan ruang lingkup kerja sama ini mencakup penguatan pendidikan keagamaan, pengembangan SDM, fasilitasi sarana ibadah, program sosial dan kesehatan, pemberdayaan ekonomi umat, pengembangan wakaf produktif, serta dukungan penanganan bencana alam.

“MWL adalah mitra strategis yang konsisten mendorong pemberdayaan umat. Dengan MoU yang diperpanjang ini, manfaatnya dapat menjangkau lebih banyak wilayah dan kelompok rentan,” lanjutnya.

Sementara itu, Ketua Tim Kerja Sama Luar Negeri Kemenag Khoirul Huda Basyir  menyebutkan selama tiga tahun, MWL mengalokasikan Rp50 miliar untuk mendukung pelaksanaan program-program tersebut. 

Delapan provinsi yang akan menjadi sasaran program adalah Riau, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB, dan Sulawesi Selatan. Program ini juga akan menyasar wilayah terdampak bencana sesuai ketentuan.

Kunjungan Sekjen MWL ke Indonesia pada 3–7 Desember 2025 juga dirangkaikan dengan sejumlah kegiatan bersama Kemenag, seperti Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ) Internasional untuk Penyandang Disabilitas Netra, Dialog Lintas Umat Beragama, dan Talk Show Ekoteologi dan Gerakan Hijau.

“Kami melihat dampak nyata dari program-program MWL, terutama bagi masyarakat kurang mampu dan kelompok berkebutuhan khusus. Karena itu sinergi ini perlu terus diperkuat,” ujar Khoirul Huda Basyir.

Ia menambahkan, perpanjangan kerjasama MoU Kemenag dan MWL ini telah melalui prosedur dan ketentuan dari Tim Perizinan Ormas Asing (TPOA) yang memiliki otoritas pemberian izin operasional NGO asing beroperasi di Indonesia. (kha)