Ledi Utomo Pelatih Persita Tangerang U-16 Dilarang Dampingi Tim 4 Pertandingan dan Didenda Rp12,5 Juta, Hasil Sidang Komite Disiplin PSSI
Ledi Utomo Pelatih Persita Tangerang U-16 dilarang mendampinginya timnya sebanyak 4 pertandingan dan dikenakan denda Rp12,5 juta karena melakukan protes yang berlebihan terhadap wasit dan merusak fasilitas serta mendapatkan kartu merah langsung pada pertandingan Persita Tangerang U-16 vs Dewa United Banten FC U-16, EPA Super League U-16 Musim 2025-2026 pada 13 Desember 2025.
WARTASULUH.COM, JAKARTA - Ledi Utomo Pelatih Persita Tangerang U-16 dilarang mendampinginya timnya sebanyak 4 pertandingan dan dikenakan denda Rp12,5 juta karena melakukan protes yang berlebihan terhadap wasit dan merusak fasilitas serta mendapatkan kartu merah langsung pada pertandingan Persita Tangerang U-16 vs Dewa United Banten FC U-16, EPA Super League U-16 Musim 2025-2026 pada 13 Desember 2025.
Hal itu berdasarkan hasil Sidang Komite Disiplin PSSI pada 16 Desember 2025, yang dikutip Wartasuluh.com dari laman PSSI.org, Kamis (8/1/2026).
Masih seputar EPA Super League U-16 Musim 2025-2026, Komite Disiplin PSSI juga menjatuhkan larangan bermain sebanyak 1 pertandingan dan denda Rp10 juta kepada Raffie Dhares Hidayat pemain Borneo FC Samarinda U-16.
Dalam pertandingan Madura United FC U-16 vs Borneo FC Samarinda U-16 pada 13 Desember 2025, Raffie Dhares Hidayat melakukan pelanggaran yaitu menghalangi tim lawan mencetak gol serta mendapatkan kartu merah langsung.
Sanksi serupa juga diterima Andrika Fathir Rachman pemain Borneo FC Samarinda U-20 karena dalam pertandingan Madura United FC U-20 vs Borneo FC Samarinda U-20, EPA Super League U-20 Musim 2025-2026, pada 13 Desember 2025, dia menghalangi tim lawan mencetak gol serta mendapatkan kartu merah langsung.
Adriano Rendika Baihaki pemain PSIM Yogyakarta U-20 juga mendapatkan sanksi serupa karena dalam pertandingan Persib Bandung U-20 vs PSIM Yogyakarta U-20, EPA Super League U-20 Musim 2025-2026, pada 14 Desember 2025, dia menghalangi tim lawan mencetak gol serta mendapatkan kartu merah langsung.
Dalam hasil Sidang Komite Disiplin PSSI pada 16 Desember 2025, Tim Persebata Lembata dikenakan denda Rp2,500 juta karena pada saat Pre Match Press Conference laga Gresik United FC vs Persebata Lembata, Liga Nusantara Musim 2025-2026, pada 12 Desember 2025, hanya dihadiri oleh pemain yang tidak terdaftar dalam Starting XI yaitu Yohanes Sole Ihing.
Tak hanya klubnya, Valentinus Rimo pemain Persebata Lembata dikenakan tambahan larangan bermain sebanyak 2 pertandingan dan denda Rp2,5 juta karena melakukan pelanggaran serius memukul pemain lawan serta mendapatkan kartu merah langsung dalam laga Gresik United FC vs Persebata Lembata pada 12 Desember 2025.
Selain itu, Dion Mefahmi pemain Persitara Jakarta Utara dapat sanksi tambahan larangan bermain sebanyak 2 pertandingan dan denda Rp2,5 juta karena melakukan pelanggaran serius memukul pemain lawan serta mendapatkan kartu merah langsung pada pertandingan Tri Brata Rafflesia FC vs Persitara Jakarta Utara, Liga Nusantara Musim 2025-2026, 13 Desember 2025.
Karena terlambat mengumpulkan E-startlist, Tim Borneo FC Samarinda U-16 dan Tim Persijap Jepara U-18, dikenakan denda Rp2,5 juta.
Komite Disiplin PSSI juga menjatuhkan sanksi denda Rp12,5 juta kepada Tim PSM Makassar U-18 karena dalam pertandingan Bali United FC U-18 vs PSM Makassar U-18, EPA Super League U-18 Musim 2025-2026, pada 13 Desember 2025, karena ada 5 orang pemain yang mendapatkan kartu kuning.
Begitu juga Tim Bhayangkara Presisi Lampung FC U-20 dikenakan denda Rp15 juta karena dalam pertandingan Bhayangkara Presisi Lampung FC U-20 vs PSBS Biak U-20, EPA Super League U-20 Musim 2025-2026, pada 13 Desember 2025, ada 6 orang pemain yang mendapatkan kartu kuning.
Sementara itu, berdasarkan hasil Sidang Komite Disiplin PSSI pada 17 Desember 2025, Tim PSM Makassar U-16 dikenakan sanksi sanksi pengurangan poin fair play sebanyak 3 poin karena terlambat memasuki lapangan pada babak kedua sehingga membuat pertandingan babak kedua Bali United FC U-16 vs PSM Makassar U-16, EPA Super League U-16 Musim 2025-2026, pada 13 Desember 2025, mundur selama 180 detik.
Selanjutnya berdasarkan hasil Sidang Komite Disiplin PSSI pada 18 Desember 2025, Fery Bagus Kurniawan pemain PSDS dijatuhkan sanksi larangan bermain sebanyak 2 pertandingan dan denda Rp2,5 juta karena memukul pemain lawan serta mendapatkan kartu merah langsung dalam laga PSDS vs Persipa, Liga Nusantara Musim 2025-2026, pada 15 Desember 2025.
Sanksi serupa juga diterima Mohammad Riza Fahlevy pemain Persipa karena dalam laga yang sama, menendang pemain lawan serta mendapatkan kartu merah langsung.
Kemudian, M Zanuar Ardani pemain Persekabpas, dikenakan larangan bermain sebanyak 4 pertandingan dan denda Rp12,5 juta karena dalam laga Persekabpas vs Persiba Bantul, Liga Nusantara Musim 2025-2026, pada 17 Desember 2025, melakukan protes berlebihan dengan mengintimidasi dan mengancam wasit serta mendapatkan kartu merah langsung. (kha)


Lestari 



