Jemaah Haji Indonesia Lempar Jumrah di Mina, Kemenhaj Pastikan Layanan Armuzna Berjalan Terkendali
Jemaah haji Indonesia mulai melaksanakan ritual lempar jumrah di Mina, Arab Saudi, Rabu (27/5/2026), pada hari pertama rangkaian ibadah haji 2026. Pada hari ini, Kamis (28/5/2026), jemaah akan melontar tiga jumrah yaitu Ula, Wustha, dan Aqabah secara berurutan.
WARTASULUH.COM, MAKKAH - Jemaah haji Indonesia mulai melaksanakan ritual lempar jumrah di Mina, Arab Saudi, Rabu (27/5/2026), pada hari pertama rangkaian ibadah haji 2026. Pada hari ini, Kamis (28/5/2026), jemaah akan melontar tiga jumrah yaitu Ula, Wustha, dan Aqabah secara berurutan. Waktu melempar bersifat fleksibel/bebas dari dini hari hingga malam hari, dan bisa dimulai setelah Subuh.
Pada Jumat (29/5/2026), jemaah akan melontar tiga jumrah. "Jemaah dilarang melontar jumrah pukul 10.00–14.00 WAS karena cuaca sangat panas dan berisiko bagi kesehatan," tulis akun resmi Instagram @kemenhaj.ri.
Terakhir, pada Sabtu (30/5/2025), melontar tiga jumrah bagi jemaah yang akan mengambil Nafar Tsani, waktunya bebas dari pagi hari sampai selesai
Oleh karena itu, Kementerian Haji dan Umrah RI (Kemenhaj) mengimbau seluruh jemaah haji Indonesia untuk mengikuti waktu lempar jumrah sesuai jadwal yang telah ditetapkan serta menghindari waktu larangan demi keselamatan bersama.
Jemaah haji Indonesia juga diminta tetap menjaga kondisi tubuh dengan memperbanyak minum air putih, menggunakan payung atau pelindung kepala, menghindari aktivitas di luar tenda saat cuaca terik dan mengikuti arahan petugas dan ketua kloter.
"Mari saling menjaga, saling membantu, dan utamakan keselamatan selama menjalani rangkaian ibadah haji," tambah akun resmi Instagram @kemenhaj.ri.
Kemenhaj memastikan seluruh proses pergerakan jemaah haji Indonesia pada fase puncak ibadah haji atau Armuzna berjalan lancar, tertib, dan terkendali.
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaff, menyampaikan, seluruh jemaah haji Indonesia telah berhasil diberangkatkan dari Arafah menuju Muzdalifah dan selanjutnya tiba di Mina untuk melanjutkan rangkaian ibadah mabit serta lontar jumrah.
“Alhamdulillah, seluruh rangkaian pergerakan jemaah dari Arafah menuju Muzdalifah dan dilanjutkan ke Mina berjalan sesuai rencana operasional. Pergerakan terakhir jemaah dari Arafah menuju Muzdalifah berlangsung pada pukul 02.40 waktu Arab Saudi, sementara proses pergerakan dari Muzdalifah menuju Mina selesai pada pukul 07.00 waktu Arab Saudi dan area Muzdalifah telah dinyatakan steril,” ujar Maria Assegaff.
Keberhasilan proses Armuzna, katanya, merupakan hasil sinergi seluruh petugas haji Indonesia, otoritas Arab Saudi, serta kedisiplinan jemaah dalam mengikuti arahan selama fase puncak haji berlangsung.
“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jemaah haji Indonesia atas kedisiplinan, ketertiban, dan kepatuhan dalam mengikuti seluruh arahan petugas. Ketertiban jemaah menjadi salah satu kunci utama kelancaran pergerakan Armuzna tahun ini,” kata Maria Assegaff.
Saat ini, lanjut Maria Assegaff, fokus pelayanan diarahkan pada pendampingan jemaah selama berada di Mina, khususnya dalam pelaksanaan lontar jumrah Aqabah dan hari-hari tasyrik berikutnya.
Sebanyak 751 petugas haji disiagakan di Mina dan ditempatkan di tenda-tenda jemaah serta sejumlah pos layanan sepanjang jalur menuju Jamarat. Selain itu, Kemenhaj juga menyiapkan petugas yang berjaga di Masjidil Haram.
Para petugas dibagi ke dalam 10 satuan ad-hoc yang masing-masing bertanggung jawab terhadap 11 hingga 13 markas atau kawasan tenda jemaah.
“Penguatan layanan ini dilakukan agar jemaah mendapatkan pendampingan, pelindungan, dan bantuan secara cepat serta terkoordinasi selama fase Mina berlangsung,” ujar Maria Assegaff.
Kemenhaj juga mengimbau seluruh jemaah untuk tetap mematuhi jadwal lontar jumrah yang telah ditentukan dan tidak memaksakan diri, terutama pada siang hari ketika suhu di Mina mencapai 41 derajat celcius.
“Kami mengimbau jemaah Indonesia untuk tidak melaksanakan lontar jumrah pada pukul 10 pagi hingga 2 siang waktu Arab Saudi guna menghindari cuaca panas dan kepadatan. Jemaah diharapkan tetap berada di dalam tenda dan mengikuti arahan petugas,” kata Maria Assegaff.
Maria Assegaff juga meminta jemaah memanfaatkan jalur dua atau jalur atas yang telah disiapkan sebagai jalur resmi pergerakan jemaah Indonesia menuju Jamarat guna mendukung kelancaran arus dan mengurangi potensi kepadatan.
Selain itu, Maria Assegaff mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan selama fase Mina dengan memperbanyak minum air putih, mengonsumsi makanan secara teratur, menggunakan payung atau pelindung kepala saat berada di luar tenda, serta membatasi aktivitas fisik di luar keperluan ibadah.
“Khusus bagi jemaah lansia, jemaah disabilitas, dan jemaah risiko tinggi, kami meminta keluarga kloter, ketua rombongan, dan sesama jemaah untuk terus memberikan perhatian dan pendampingan,” ujar Maria Assegaff.
Pada momentum Idul Adha 1447 Hijriah, Kemenhaj juga menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Adha kepada seluruh umat Islam.
“Kami mendoakan seluruh jemaah haji Indonesia diberikan kesehatan, kekuatan, dan kemudahan dalam menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji serta kembali ke Tanah Air dengan predikat haji yang mabrur dan mabruroh,” tutup Maria Assegaff. (kha)
Lestari



