4 Ton Garam Sudah Disemai di Langit Riau untuk OMC Hujan Buatan, Hotspot Turun Jadi 30 Titik Panas

Sebanyak 4 ton garam sudah disemai di langit Riau dalam Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) hujan buatan Pemerintah Pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga Selasa (31/3/2026) untuk membasahi lahan di Riau yang sudah memasuki musim kemarau.

4 Ton Garam Sudah Disemai di Langit Riau untuk OMC Hujan Buatan, Hotspot Turun Jadi 30 Titik Panas
Sebanyak 4 ton garam sudah disemai di langit Riau dalam Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) hujan buatan Pemerintah Pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga Selasa (31/3/2026) untuk membasahi lahan di Riau yang sudah memasuki musim kemarau. FOTO: BNPB

WARTASULUH.COM, PEKANBARU - Sebanyak 4 ton garam sudah disemai di langit Riau dalam Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) hujan buatan Pemerintah Pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga Selasa (31/3/2026) untuk membasahi lahan di Riau yang sudah memasuki musim kemarau.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran Riau M Edy Afrizal mengatakan, kegiatan OMC kali ini merupakan kegiatan tahap kedua yang dilaksanakan. Sebelumnya juga sudah dilakukan kegiatan serupa pada awal Februari lalu.

“OMC sudah kembali dilaksanakan di Riau, kali ini kegiatan OMC di fokuskan di daerah pesisir timur Riau. Yakni di wilayah Kabupaten Bengkalis, Indragiri Hilir, Siak, Pelalawan dan kota Dumai,” katanya, Selasa (31/3/2026).

Lebih lanjut dikatakannya, hingga saat ini sudah sebanyak 4 ton garam disemai di langit Riau. Di mana dalam setiap kali kegiatan OMC, total garam yang disemai sebanyak 1 ton.

“Dalam setiap kegiatan OMC sebanyak 1 ton garam disemai di langit Riau, hingga saat ini sudah 4 ton garam yang disemai,” ujarnya. 

Selain adanya pesawat OMC, saat ini di Riau juga sudah terdapat satu unit helikopter untuk kegiatan water bombing. 

Pihaknya juga sedang mengajukan untuk penambahan helikopter water bombing karena luasan Karhutla di Riau terus bertambah.

“Kami sudah mengajukan kembali untuk helikopter water bombing, saat ini sedang di proses karena untuk helikopter water bombing itu perizinannya cukup panjang,” paparnya.

Untuk kondisi Kebakaran hutan dan lahan, hingga saat ini mendapatkan laporan masih ada tiga daerah di Riau yang terjadi kebakaran hutan dan lahan. 

Tiga daerah tersebut yakni Kabupaten Bengkalis, Pelalawan dan Indragiri Hilir (Inhil). Dari tiga daerah tersebut dua daerah diantaranya sudah dalam tahap pendinginan. Sementara satu daerah lagi masih dalam tahap pemadaman oleh tim gabungan.

“Karhutla dilaporkan masih terjadi di tiga daerah di Riau, yakni di Bengkalis, Pelalawan dan Inhil. Di Inhil dan Pelalawan laporannya tinggal pendinginan, sedangkan di Bengkalis masih dilakukan pemadaman,” katanya. 

Sementara itu, Forecaster On Duty BMKG Stasiun Pekanbaru Putri Santy S, mengatakan, jumlah hotspot di Riau update Senin (30/3/2026) pukul 23.00 WIB, sebanyak 30 titik panas.

"Tersebar di Kabupaten Bengkalis 28 titik panas, Rokan Hilir dan Indragiri Hilir masing-masing 1 titik panas," ungkap Putri Santy S.

Sedangkan jumlah hotspot di wilayah Sumatera sebanyak 70 titik panas yang tersevar di Riau 30 titik panas, Kepulauan Riau 18 titik panas, Aceh 11 titik panas, Sumatera Utara 7 titik panas, Bangka Belitung 2 titik panas, Sumatera Barat dan Sumatera Selatan masing-masing 1 titik panas. (shd)