Warga 08 Palas Resah Operasional PT HKI, Rekomendasikan Tiga Tuntutan

Warga 08 Palas Resah Operasional PT HKI, Rekomendasikan Tiga Tuntutan
Sebanyak 19 perwakilan warga RW 08 Palas saat menggelar rapat terkait keresahan warga di 3 RT,  Senin (26/01/2026). (Foto: Arifin)

WARTASULUH.COM, PEKANBARU - Selama beroperasi 2 tahun terakhir, PT HKI selaku pelaksana pembangunan Jalan Tol Lingkar Pekanbaru tidak pernah mensosialisasikan keberadaanya kepada warga. Alhasil, debu dan penutupan Jalan Matahari di Kelurahan Palas, kini menjadi keresahan tersendiri bagi warga.

Hal ini terungkap dalam rapat yang digelar di kediaman ketua RW 08 Palas, Junaidi Agus yang dihadiri 19 warga di 3 RT tersebut, Senin (26/01/2026). "Untuk rapat hari ini ada 3 poin yang menjadi tuntutan masyarakat di wilayah RW 08," ucap Junaidi saat dikonfirmasi usai rapat.

Dijelaskan, yang pertama keberatan masyarakat terhadap penutupan jalan Matahari. Penutupan jalan ini dianggap memutus akses jalan poros masyarakat yang selama ini dilintasi. Sementara dampak jangka panjang, masyarakat khawatir banjir tahunan Sungai Siak akan menenggelamkan wilayah itu khususnya di Jalan Matahari Ujung.

Kedua tambah Junaidi, salah satu warga Teddy Raymond secara personal menyatakan keberatan atas penanaman kabel PLN di tanah miliknya. Ia meminta agar kabel PLN tersebut dipindahkan.

"Dan itu juga nanti tidak menutup kemungkinan pertemuan dengan pihak PT HKI. Apa nanti hasil rembukkan dari kedua belah pihak kita tunggu aja nanti kabarnya," ujarnya.

Yang ketiga jelas Junaidi, adalah Jalan Damai. Dimana akses utama menuju SMPN 44 Pekanbaru ini sudah menjadi keresahan masyarakat akibat debu maupun lumpur saat disiram dengan water tank oleh vendor PT HKI yakni, PT Wira Agung.

"Jadi tolong juga surat hasil musyawarah dengan pihak pelaksana HKI pada waktu itu, disemprot bukan hanya disiram," ujarnya.

Selain itu, keresahan masyarakat juga terhadap armada-armada PT Wira Agung yang melintas di Jalan Damai. Masyarakat meminta agar kecepatan armada tersebut dikontrol, dijaga, dikurangi. Pasalnya di jalan tersebut lalu lintasnya cukup ramai termasuk  anak sekolah dan juga masyarakat yang beraktivitas.

Sementara saat ditanya mengenai komunikasinya via HP dengan PUPR, Junaidi mengatakan terkait penutupan Jalan Matahari.
"Saya komunikasi dengan pihak PUPR, itu terkait penutupan Jalan Matahari. Masyarakat keberatan Jalan Matahari ditutup. Jadi saran dari pihak HKI maupun PUPR, kita masyarakat melayangkan surat secara berjenjang, disetujui oleh RT, RW, dan Lurah," pungkasnya. (fin)