Hari Raya Iduladha 1447 H, Tim Manggala Agni Berjibaku Padamkan Karhutla di Rohil dan Siak
Saat Hari Raya Iduladha 1447 H, Tim Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera Kementerian Kehutanan, masih berjibaku lakukan operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) dan Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak, Rabu (27/5/2026).
WARTASULUH.COM, PEKANBARU - Saat Hari Raya Iduladha 1447 H, Tim Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera Kementerian Kehutanan, masih berjibaku lakukan operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) dan Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak, Rabu (27/5/2026).
Forecaster On Duty BMKG Stasiun Pekanbaru, Sanya G, mengatakan, di Riau ada 18 titik panas (hotspot) berdasarkan update Rabu (27/5/2026) pukul 23.00 WIB.
"Terbanyak di Kabupaten Rokan Hulu 7 titik panas, Pelalawan 5 titik panas, Siak 3 titik panas, Rokan Hilir, Bengkalis dan Kuantan Singingi masing-masing 1 titik panas," ungkap Sanya G, Kamis (28/5/2026).
Sebanyak 18 titik panas di Riau itu adalah bagian dari total 106 titik panas (hotspot) wilayah Sumatera.
"Sebanyak 106 titik panas itu tersebar di Provinsi Sumatera Utara 39 titik panas, Riau 18 titik panas, Aceh 17 titik panas, Sumatera Selatan 14 titik panas, Jambi 10 titik panas, Sumatera Barat 5 titik panas, Bengkulu 2 titik panas dan Lampung 1 titik panas," tambah Sanya G.
Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto mengatakan, pemadaman di Pasir Limau Kapas dilakukan oleh Tim Manggala Agni Daops III Labuhan Batu Selatan, Sumatera Utara, sedangkan penanganan di Kandis dilakukan oleh Manggala Agni Daops IV Pekanbaru.
“Untuk lokasi Pasir Limau Kapas, kondisi hingga sore tadi masih terdapat asap tipis dan pemadaman akan dilanjutkan kembali besok pagi,” ujar Ferdian.
Ia menjelaskan, kebakaran di Pasir Limau Kapas terjadi di lahan gambut yang merupakan kebun masyarakat dengan estimasi luas terbakar sementara mencapai sekitar delapan hektare.
Sementara itu, kondisi kebakaran di Kandis, Kabupaten Siak, hingga sore hari masih belum berhasil dipadamkan sepenuhnya. Tim gabungan masih terus melakukan upaya pemadaman darat yang turut dibantu operasi water bombing dari satgas udara.
“Pelaksanaan pemadaman di Kandis dilakukan dengan strategi penyekatan kepala api agar kebakaran tidak meluas ke area lain,” jelasnya.
Ferdian menyebutkan, estimasi awal luas lahan terbakar di wilayah Kandis mencapai sekitar 20 hektare. Seluruh area yang terbakar berada di lahan gambut milik masyarakat.
"Estimasi luasan awal untuk yang Pasir Limau Kapas 8 ha, untuk yang Kandis estimasi sore ini 20 ha. Ini masih estimasi awal," jelasnya.
Menurutnya, kendala utama yang dihadapi petugas di lapangan saat ini adalah cuaca panas ekstrem yang menyebabkan proses pemadaman cukup berat.
Meski demikian, sumber air untuk kebutuhan pemadaman masih tersedia walaupun debitnya mulai berkurang.
“Kondisi di lapangan sangat panas. Air masih tersedia, tetapi mulai terus berkurang sehingga personel harus memaksimalkan sumber air yang ada,” katanya.
Untuk mempercepat respons pemadaman, personel Manggala Agni yang bertugas di Pasir Limau Kapas memutuskan menginap lebih dekat dengan titik kebakaran. Personel menumpang di rumah warga sekitar lokasi kebakaran.
“Karena akses menuju lokasi cukup jauh, tim memutuskan menginap di rumah warga terdekat agar proses pemadaman besok bisa lebih cepat dilakukan,” ungkap Ferdian.
Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera memastikan operasi pemadaman di kedua lokasi akan terus dilanjutkan hingga kondisi api benar-benar padam dan area dinyatakan aman. (shd)
Lestari



