Waspada! Intoleransi Bibit Radikalisme, FKPT Riau Ajak Guru Sebagai Pelopor Moderasi Beragama

Waspada! Intoleransi Bibit Radikalisme, FKPT Riau Ajak Guru Sebagai Pelopor Moderasi Beragama
Penyampaian materi Training of Trainer Moderasi Beragama Sebagai Strategi Pencegahan Terorisme yang ditaja FKPT Riau. (Foto: ist)

WARTASULUH.COM, PEKANBARU - Terorisme dan radikalisme menjadi musuh bersama untuk ditangkal dan diberantas. Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Riau pun mengajak guru menjadi pelopor moderasi beragama.

Ketua FKPT Provinsi Riau, Hj Dinawati SAg, mengatakan, guru adalah ujung tombak dari pembentukan karakter generasi bangsa. "Sebagai ujung tombak dalam membangun karakter generasi bangsa, maka guru layak menjadi pelopor moderasi beragama," ujar mantan anggota DPD RI ini dalam acara Training of Trainer (ToT) menjadi Guru Pelopor Moderasi Beragama dengan tema "Moderasi Beragama Sebagai Strategi Pencegahan Terorisme" tajaan FKPT Riau bersama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), di salah satu hotel di Pekanbaru, Rabu (23/3).

Dinawati mengakui, satuan pendidikan baik sekolah maupun madrasah memiliki peran strategis dalam penyebaran paham radikal terorisme maupun dalam pencegahannya. Lembaga pendidikan ini bahkan digunakan oleh kelompok radikal terorisme menyebarkan paham radikalnya, baik melalui kurikulum, proses pembelajaran, kegiatan kurikuler dan ektra kurikuler. 

Melalui lembaga pendidikan, terang Dinawati, kelompok ini berusaha membuat image bahwa paham yang mereka anut adalah benar. Selain itu, kelompok ini akan membina bibit-bibit unggul generasi muda bangsa untuk dijadikan regenerasi kelompok mereka, yang akan meneruskan cita- cita mereka.

"Makanya, lewat kegiatan ini diharapkan para peserta (pendidik, red) nanti mampu mentransformasikan suatu pencerahan pemikiran kepada para peserta didiknya dalam pemahaman kebangsaan dan keagamaan yang baik," kata Dinawati. 

Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Riau, Jenri Salmon Ginting, dalam sambutannya usai membuka acara mengatakan, sebagai negara yang besar dengan keberagaman, semua pihak harus mampu menjaganya dari berbagai bentuk ilustrasi dan dorongan dari pihak luar atau dalam negeri.

“Indonesia akan tegak kuat dan tetap utuh dari sabang sampai marauke dari saat ini hingga ke masa depan jika semua pihak menjaga negeri ini, sehingga terhindar dari terorisme dan pemikiran radikalisme," sebut Jenri.

Di akhir penyampaiannya, Jenri memberikan semangat kepada peserta untuk bersama-sama menjaga Riau terhindar dari terorisme dan radikalisme. “Ini merupakan tanggungjawab kita semua. Mari kita bersama-sama menjaga negeri kita ini agar terhindar dari terorisme dan pemikiran radikalisme,” ucapnya.

Kegiatan ini diikuti oleh 110 orang guru dari TK, SD, SMP, dan SMA sederajat Provinsi Riau. Sedangkan narasumber atau pemateri dari BNPT, praktisi nasional, Kemenag Riau, Kabid agama sosial, ekonomi dan budaya FKPT Riau.

Acara tersebut turut dihadiri Subkoordinator Badan Nasional Pencegahan Terorisme (BNPT) Maira Himadhani, serta para anggota TNI dan Kepolisian Provinsi Riau. 

Di kegiatan sehari ini juga dilakukan lomba pembuatan bahan ajar berupa video pendek sosiodrama moderasi beragama yang diikuti para peserta. (Rik)