Warga Ujung Batu Minta Polres Rohul Tutup Judi Berkedok Gelper

Warga Ujung Batu Minta Polres Rohul Tutup Judi Berkedok Gelper
Mesin pancing ikan gelanggang permainan yang diduga mesin judi masih marak di wilayah hukum Polsek Ujung Batu, Rohul. (Foto: toat)

WARTASULUH.COM, UJUNGBATU - Keberadaan gelanggang permainan (Gelper) mesin tembak ikan yang masih beroperasi di Ujung Batu membuat resah warga. Masyarakat pun mendesak Polres Rokan Hulu (Rohul) segera menutup judi berkedok Gelper tersebut mengingat Ramadan sudah di ambang mata. 

Berdasarkan keterangan warga yang meminta identitasnya dirahasiakan, sejumlah mesin judi di wilayah Durian Sebatang, Desa Suka Damai, Kecamatan Ujung Batu terlihat aktif digunakan para pemain pada Jumat (13/02/2026). Lokasinya disebut berada di pinggir jalan, terbuka dan mudah terlihat masyarakat umum.

“Siang malam tetap ada yang main. Tempatnya jelas terlihat, bukan sembunyi-sembunyi,” ujar sumber tersebut.

Dia pun bertanya-tanya, aktivitas Gelper yang berlangsung secara terang-terangan apakah tidak diketahui aparat kepolisian? ataukah terjadi pembiaran?.

"Heran saja, terkesan dibiarkan. Ironi di tengah upaya Polri membangun citra profesional dan bersih, keberadaan praktik perjudian yang diduga terus beroperasi tanpa tindakan tegas berpotensi mencederai kepercayaan publik," ketusnya.

Apalagi, bulan suci Ramadhan yang tinggal menghitung hari seharusnya menjadi momentum penertiban penyakit masyarakat, bukan justru memperlihatkan lemahnya pengawasan.

Dikatakan, sesungguhnya bukan dirinya sajanyang resah atas keberadaan Gelper tersebut. Sejumlah warga mengaku resah. Mereka khawatir dampak sosial dari perjudian akan merusak generasi muda serta memperparah kondisi ekonomi keluarga.

“Kami takut anak-anak ikut-ikutan. Sudah sering dengar orang habis uang di situ. Mau masuk bulan puasa kok begini,” ungkap seorang ibu rumah tangga di sekitar lokasi.

Masyarakat mendesak Polres Rokan Hulu untuk segera turun tangan dan membuktikan komitmen pemberantasan perjudian, bukan sekadar selogan. Ketegasan aparat sangat dinantikan demi menjaga ketertiban dan kekhusyukan masyarakat dalam menyambut Ramadhan.

Publik kini menunggu langkah konkret. Sebab jika praktik perjudian terus dibiarkan, bukan hanya norma agama dan sosial yang tercoreng, tetapi juga wibawa penegakan hukum di Kabupaten Rokan Hulu yang dipertaruhkan. (Toat)