Siswa Ngeluh Banyak PR saat PJJ, Ini Respons Nadiem

WARTASULUH.COM Belajar dari rumah atau home learning telah dilakukan selama hampir tujuh bulan lamanya, semenjak pandemi Covid-19 muncul di Indonesia. Meski begitu, cara belajar tersebut bukan berarti tanpa hambatan.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim pun membenarkan bahwa banyak anak mengeluhkan stres karena mendapatkan berbagai tugas setiap hari dari para gurunya.
"Jadi, ini luar biasa. Ini karena banyaknya keluhan peserta didik, baik siswa maupun mahasiswa dan mengatakan begitu banyaknya tugas. Mereka frustasi," kata Nadiem beberapa waktu lalu di acara Tonight Show.
Dia pun menuturkan bahwa saat ini Kemendikbud telah berupaya melakukan penyederhanaan kurikulum secara dramatis di mana setiap mata pelajaran standar, pencapaiannya akan diringkas dan fokus pada yang esensial saja.
Hal tersebut menurutnya dibuat agar para peserta didik tidak ketinggalan pelajaran setelah pandemi Covid-19 ini berakhir.
Tidak hanya itu, Nadiem juga menyiapkan materi belajar tambahan dengan program belajar yang disiarkan lewat TVRI. Para siswa dapat belajar dari rumah sebagai alternatif belajar di tengah pandemi Covid-19 dengan jadwal yang telah ditentukan.
"Banyak sekali yang menonton dan belajar dari TVRI karena ada program edukasi dan edutainment (edukasi dan entertainment/ hiburan). Bahkan ada dokumentari yang keren-keren juga bisa ditonton sebagai suplemen," kata dia.
Sebelumnya, dia pun mengungkapkan bahwa kegiatan belajar di rumah selama ini menimbulkan rasa rindu para siswa kepada guru-gurunya.
"Banyak yang bilang kangen sama guru. Dulu bahkan sebelum pandemi nggak pernah kita dengarkan hal ini. Tapi sekarang anak-anak bilang kangen teman dan kangen guru," tutur Nadiem beberapa waktu lalu di acara Tonight Show.
Menurut Nadiem, saat ini para siswa menyadari bahwa sekolah tidak hanya untuk belajar, namun juga menjadi tempat berinteraksi dengan teman-teman dan para guru.
Selain itu, Nadiem menyebut bahwa belajar dari rumah juga dapat menumbuhkan rasa empati, baik dari guru maupun orang tua. Dengan demikian, ini menjadi pembelajaran bersama bahwa mereka sama-sama memiliki peran penting dalam mendidik anak dan siswanya.