Pimpinan DPRD Riau Dorong OJK Lebih Agresif

Pimpinan DPRD Riau Dorong OJK Lebih Agresif
Agung Nugroho

WARTASULUH.COM, PEKANBARU - Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Riau mendorong Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk lebih agresif lagi. Ini mengingat korban investasi bodong di Provinsi Riau terus bertambah. 

Pernyataan itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Riau, Agung Nugroho, Selasa (8/2/2022). Agung prihatin

tidak sedikit korban merugi hingga miliaran rupiah. Selain merugikan masyarakat, maraknya investasi bodong turut memperburuk kondisi ekonomi.

"Korban investasi bodong di Riau makin memprihatinkan. OJK harus lebih agresif lagi menyikapi masalah ini," kata Ketua DPD Demokrat Riau ini.  

Disebutkan, yang terpenting dalam persoalan investasi adalah edukasi. Masyarakat seharusnya mendapat pemahaman yang baik tentang investasi. Hal ini dirasa bisa mencegah para "penjaja" investasi bodong beraksi.

"Intinya adalah masyarakat harus paham. Mana yang betul-betul investasi, mana yang penipuan berkedok investasi dan mana yang judi berkedok investasi," ucap Agung.

Saat ini, masyarakat sangat gampang tergiur dengan beragam bentuk investasi bodong yang dikemas sedemikian rupa. Bahkan para penyedia tak sungkan menggunakan jasa affiliator dengan menampilkan kesuksesan para member. Sehingga masyarakat dengan mudah terpedaya dan ikut mengucurkan sejumlah uang. 

Namun bukan untung yang didapat, uang yang ditanam justru lenyap. "Sudah banyak kasus. Juga banyak yang mengadukan ke kami di DPRD. Modusnya juga sangat beragam. Bahkan ada yang merugi sampai puluhan miliar. Enggak main-main," tuturnya. 

Maka dari itu, dirinya mendorong Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk bertindak tegas. Bila perlu, OJK menggandeng khusus intansi penegak hukum guna memberangus para oknum yang menawarkan investasi bodong ini. Setidaknya dapat memberi efek jera bagi oknum yang ingin memanfaatkan uang masyarakat demi meraih keuntungan pribadi.

"Kami mendorong OJK lebih agresif. Selain itu kami juga imbau OJK untuk gandeng pihak media agar bisa memberi edukasi secara masif. Mana investasi bodong temuan OJK, umumkan. Bila perlu update setiap hari. Ini ikhtiar agar iklim ekonomi dan iklim investasi kita bagus," tambahnya. (kha)